MAROS,iNews77.id– Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Syamsul mendatangi SPBU Jawi-Jawi, Desa Minasabaji, Kecamatan Bantimurung. Kedatangannya untuk menindaklanjuti keluhan para petani akibat tidak adanya pasokan solar masuk.
“Iye betul kami tadi pagi mendatangi SPBU Jawi-jawi dan langsung ketemu pengawasnya, guna mempertanyakan apa masalahnya, sehingga SPBU dapat sanksi,” ucapnya.
Syamsul mengakui, setelah bertemu pengawas SPBU Jawi-Jawi, ia telah mengetahui titik masalahnya.
“Jadi Operator nya SPBU Jawi-jawi itu, ditemukan melayani pengisian ke salah satu mobil yang tidak sesuai Barcode, dan kebetulan kameranya CCTV SPBU Jawi-jawi connect dengan pihak PT Pertamina Makassar. Jadi bukan Barcode petani yang bermasalah,” ucapnya.
Ia menjelaskan SPBU Jawi-Jawi diberhentikan sementara pasokan solarnya mulai 20 Agustus sampai 20 September 2026.
Namun Syamsul menuturkan pihaknya akan berupaya melakukan komunikasi dengan PT Pertamina Patra Niaga agar pendistribusian solar ke SPBU Jawi-Jawi segera kembali dilakukan.
“Tentunya kami akan melakukan komunikasi dengan pihak yang turun melakukan penutupan sementara, karena kasihan petani. Saat ini mereka butuh solar, takutnya nanti mereka gagal tanam, dampaknya bukan main-main,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Damai Zainuddin mengaku terpaksa menunda tanam selama 20 hari karena mesin pompanisasi sawah di Desa Minasabaji rata-rata menggunakan solar. Ia mengancam akan demo jika pasokan tidak segera dibuka.
Hingga kini petani masih menunggu kepastian dari Pertamina agar SPBU Jawi-Jawi bisa kembali melayani solar subsidi untuk pertanian.


