PASAMAN BARAT. [SUMBAR] iNews77.id Ratusan warga dari berbagai pelosok nagari di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) harus menelan kekecewaan mendalam pada [Hari, Tanggal]. Niat mereka untuk mendapatkan pengobatan kandas setelah seluruh layanan Politeknik (Poli) Spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat mendadak tutup total akibat aksi mogok kerja para dokter. Rabu, (3/6/2026).

Pantauan awak media dari Perkumpulan Jurnalis Online Kabupaten Pasaman Barat (AJO-PASBAR) di lokasi, suasana di sekitar loket pendaftaran tampak memprihatinkan. Kursi-kursi tunggu dipenuhi oleh pasien yang didominasi oleh lanjut usia (lansia). Banyak di antara mereka yang terpaksa menyandarkan kepala atau memegangi bagian tubuh mereka, menahan rasa sakit yang tak kunjung mendapatkan penanganan.

Mirisnya, sebagian besar pasien tersebut datang dari wilayah pelosok dan kecamatan terluar yang memakan waktu berjam-jam untuk sampai ke pusat kabupaten. Di antaranya berasal dari Kecamatan Ranah Batahan, Sungai Beremas, Parit Koto Balingka, dan Lembah Melintang. Mereka bahkan sudah bertolak dari rumah sejak subuh demi mendapatkan pelayan awal.

Kekecewaan berat salah satunya diungkapkan oleh Nur (75), seorang pasien lansia asal Kecamatan Parik Koto Balingka. Dengan wajah lesu, ia mengaku sudah bersiap sejak pagi buta untuk berobat ke Poli Penyakit Dalam.

“Saya sudah berangkat dari pagi sekali dari rumah di Parik, Nak. Badan saya sudah sakit-sakit, tapi sampai di sini dokter Polinya malah tidak ada yang masuk. Kecewa sekali, terpaksa pulang lagi dengan tangan kosong,” keluh Nur kepada awak media dari Perkumpulan Jurnalis Online (AJO-PASBAR).

Nasib serupa juga dialami oleh Ros (68), warga Siduampan, Kecamatan Ranah Batahan. Ia yang berniat memeriksakan kesehatannya ke Poli Mata harus menelan pil pahit karena pintu pelayanan tertutup rapat.

“Kami orang kecil ini jauh-jauh datang dari Ranah Batahan ongkosnya tidak murah. Sampai di RSUD, layanannya malah tutup karena dokternya mogok. Kami harus mengadu ke mana lagi kalau rumah sakit pemerintah saja seperti ini?” tutur Ros dengan nada bergetar.

Lumpuhnya fasilitas kesehatan publik ini memicu kritik tajam dari masyarakat. Pasalnya, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar mutlak yang haknya dijamin oleh negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apa motif di balik aksi mogok kerja massal yang dilakukan oleh para dokter spesialis tersebut.
Pihak manajemen RSUD Pasaman Barat pun terkesan menutup diri.

Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media di ruang kerja manajemen tidak membuahkan hasil. Begitu pula saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler dan pesan instan, pihak berwenang di rumah sakit tersebut belum memberikan respons atau pernyataan resmi terkait situasi darurat pelayanan ini.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Dinas Kesehatan segera turun tangan mengatasi persoalan ini agar hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak terus dikorbankan. (AJO-PASBAR)

 

RONIPASBAR RONI KORWIL
MEDIA iNews77.id SUMBAR