PASAMAN BARAT [SUMBAR] iNews77.id Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) melalui penerapan Public Private Mix (PPM), perluasan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), serta penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) TB di Auditorium Kantor Bupati Pasaman Barat, pada  Kamis (6/8/2026)

Pertemuan yang melibatkan Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Doddy San Ismail.

“Dalam arahannya, Doddy menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan TB tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga ditentukan oleh komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang efektif kepada masyarakat.

“Jika komunikasi, informasi, dan edukasi tidak berjalan dengan baik, maka upaya pencegahan dan penanganan tuberkulosis tidak akan maksimal. Karena itu, petugas kesehatan harus mampu memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengobatan TB membutuhkan waktu sedikitnya enam bulan sehingga pasien harus menjalani terapi secara disiplin hingga tuntas. Pengawasan dari tenaga kesehatan dan dukungan keluarga dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya penularan dan menghentikan pengobatan sebelum waktunya.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap anggota keluarga yang melakukan kontak erat dengan pasien, termasuk pemberian terapi pencegahan, perlu terus ditingkatkan untuk menekan angka penularan.

Doddy juga menilai bahwa keberagaman karakteristik masyarakat Pasaman Barat menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan edukasi kesehatan. Oleh sebab itu, strategi penyuluhan harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya di setiap wilayah.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kebiasaan merokok, rendahnya kesadaran menjaga kesehatan, serta penyakit penyerta seperti HIV dapat meningkatkan risiko komplikasi pada penderita TB.

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, Indonesia menargetkan eliminasi TB pada 2030. Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan.

Di akhir kegiatan, Sekda meminta seluruh pihak memperkuat penerapan PPM, memperluas cakupan TPT, serta memastikan pelaksanaan RAD TB berjalan secara terukur dan berkelanjutan guna mempercepat terwujudnya eliminasi tuberkulosis di Pasaman Barat.(By Roni)