Maros,iNews77.id | 14 April 2026 — Warga kembali mempertanyakan langkah dan keseriusan pemerintah kabupaten dalam menangani nasib Jembatan Pakere yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan perbaikan. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Tanrte dengan Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang.
Sejak pembongkaran dilakukan beberapa waktu lalu, hingga kini belum ada progres nyata terkait pembangunan kembali jembatan tersebut. Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, mengingat pentingnya fungsi jembatan sebagai jalur utama aktivitas warga sehari-hari.
Ismail, Ketua Kiwal Garuda Hitam PAC Simbang, menyatakan komitmennya untuk terus mengawal program perencanaan perbaikan Jembatan Pakere. Ia menyoroti bahwa isu jembatan ini sempat menjadi perhatian publik dan viral, namun kini justru kembali meredup tanpa kejelasan.
“Kami mempertanyakan ada apa dengan pemerintah kabupaten. Mengapa jembatan penghubung yang menjadi akses utama warga seolah tidak menjadi prioritas? Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Ismail.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi warga yang terpaksa menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai setiap hari, termasuk anak-anak sekolah yang harus menghadapi risiko keselamatan.
“Kami sangat prihatin melihat aktivitas warga yang setiap hari memanfaatkan perahu untuk menyeberang. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan, terutama bagi anak-anak sekolah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa proses pembongkaran jembatan telah lama selesai dilakukan oleh pemerintah, namun tidak diikuti dengan langkah pembangunan yang jelas.
Warga berharap pemerintah segera memberikan kejelasan dan tindakan konkret terkait pembangunan kembali Jembatan Pakere, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan aman.


