PASAMAN BARAT SUMBAR iNews77.id Ruang Kelas Siswa (RKS) tersedia, SMAN 2 Kinali ‘tolak’ puluhan calon siswa/i baru. Audiensi dan permohonanpun tidak membuahkan hasil, hingga calon walimurid kecewa, Selasa (28/7/2026)

Miris, perpsoalan kelebihan pendaftar memang nyaris lumrah terjadi di setiap sekolah sejak dulunya terutama di sekolah-sekolah negeri, salah satu faktor ialah peningkatan jumlah penduduk. Dipastikan, kondisi ini tentunya sudah dalam bahasan serius instansi terkait sejak lama, berikut dengan solusi terbaik. Namun faktanya, persoalan yang sama masih terus berkobar, bahkan dengan jumlah yang kian meningkat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMAN 2 Kinali, Yulia Sari, S.Pd.,M.Pd.E, membenarkan. Ia mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak diluar kuota yang ada, yakni menerima calon siswa hanya tiga (3) Rombongan Belajar (Rombel) saja, sekalipun masih ada satu ruangan yang bisa dijadikan RKS.

“Tidak keinginan kami pak untuk menolak siswa baru, justru kami gembira sekolah kami makin diminati. Melihat dan mendengar reaksi calon siswa/i baru yang gagal masuk kesekolah kami, menjerit rasanya batin ini, bagaimana lagi, kita terikat pada aturan/regulas SPBM dari pusat yang mana SPBM hanya dibisa diberlakukan sesuai usulan sebelumnya,” ungkap Yulia Sari lirih.

Jadi, lanjutnya. Persoalannya bukan pihak sekolah tidak mau menjadikan ketersediaan satu ruangan tersebut untuk dijadikan RKS, tapi murni terkendala aturan, yakni keterbatasan kuota siswa/i baru SMAN 2 Kinali. Dan pihak sekolah tidak bisa mengambil kebijakan diluar kewenangan yang ada, karena dipastikan akan berdampak serius.

“Saya sudah berupaya keras, bahkan berkoordinasi bertingkat hingga dengan pihak dinas provinsi, namun tetap, kami hanya untuk 3 Rombel. Alasan dinas pada kami, agar siswa/i yang tidak tertampung di sekolah negeri bisa memilih sekolah-sekolah swasta, upaya itu juga untuk memberi peluang pemerataan bagi sekolah-sekolah swasta yang ada,” paparnya.

Peliknya persoalan tersebut, Ketua Komite SMAN 2 Kinali, Nur Indanis Hendri angkat bicara. Pihaknya turut prihatin dan sempat meneria keluhan dari calon walimurid SMAN 2 Kinali.

“Kami paham sekali dengan kekecewaan para calon walimurid. Kami selaku pengurus sudah mencoba berkoordinasi juga, tapi tetap tidak dapat berbuat bannyak. Harapan kita satu-satunya ialah, semoga ketidak mampuan kita dalam kendala ini didengar oleh wakil rakyat, untuk mencarikan solusinya,” tegasnya. (Ronipasbar Roni)