PASAMAN BARAT [SUMBAR]  iNews77.ID program Rehabilitasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)  di panco jorong langgam Saiyo Nagari langgam Saiyo. Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, Tahun Anggaran 2025, tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Pasalnya, Program bantuan tersebut bersumber dari dana desa di nagari setempat  menuai keluhan dari sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Selain itu, Keluhan muncul berapa warga penerima manfaat RTLH tersebut yaitu. Riza Wati 34 iya menjelaskan akibat tidak sesuai spesifikasi dengan anggaran  Rp 10.000.000 Sepuluh  juta rupiah termasuk potongan pajak Rp 2,00.000 Dua juta Anya

yang terealisasi diperkirakan Rp. 4.500.000 Empat juta lima Ratus Ribu rupiah. Untuk pembeli bahan bangunan dan faktur  belanja pun tidak di perlihatkan sama kita, namun untuk kelanjutan  pembangunan saat itu terpaksa dengan secara swadaya uang sendiri lagi, ujar Riza. kepada media ini.dikediamanya di panco.

Penelusuran lansung dari media kepada  penerima manfaat RTLH  oleh media ini di lapangan. sementara itu ada lagi warga penerima manfaat bantuan MCK Abai 60 tahun selaku penerima manfaat jamban. juga mengatakan Ia,”juga penerima bantuan jamban tersebut.”media ini. dua titik lokasi pembangunan di daerah yang sama Rumah Tidak Layak Huni RTLH dan satu unit pembagunan jamban (MCK) masih dalam  keadaan terbengkalai sampai sekarang.

Terkait sumber bantuan, itu Dari pihak pemerintah nagari langgam Saiyo  hanya dalam program bantuan,” rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan MCK. Sumber  dari A-DD Anggaran tahun 2025. namun diduga, tidak sesuai dengan Anggaran yang diharapkan,”ungkap Riza Wati dan Abai. saat ditemui di kediamannya, masing masing. pada Sabtu (12/9/2026). Ia juga menyebutkan bahwa tidak ada Kwitansi tanda  rincian belanja biaya dari tokoh bangunan. yang diterima, sehingga nominal bantuan menjadi tidak transparan. selaku penerima manfaat RTLH. Ujarnya.

Disisi lain penerima bantuan manfaat jamban Abai selaku penerima manfaat MCK namun  jamban pun tidak bisa digunakan sampai sekarang pasalnya. kondisi jamban itu yang ada Anya  kolsep. aja  dan Pralon saluran ke sifiteng pun belum ada, lobang Sifiteng, masih terbuka sampai sekarang bagai mana kita untuk mengunakan jamban ini. ujarnya. Saya sangat kecewa semulanya dapat bantuan MCK bisa dipergunakan namun kenyataannya tidak sama sekali. digunakan kita sangat. membutuhkan namun belum dapat untuk dimanfaatkan Samapi sekarang jelasnya.

Karna tidak lengkap.“Logikanya, kalau saya lanjutkan membuat nya. dan kita pun tidak memiliki uang kata ibuk Abai.”tersebut. jika kita tau seperti ini dari semula kondisinya lebih baik jangan di bangunan jamban tersebut.dengan nada mendayu.

Menurut Riza Wati, dan Ibuk Sbai,”juga menyebutkan bahwa informasi yang diterima dari pihak nagari nilai bantuan RTLH sebesar Rp 10 juta, dan dana pembuatan jamban sekitar. Rp 4.500.000 Empat juta lima Ratus Ribu rupiah. untuk “Terangnya

Sementara itu saat dikonfirmasi, melalui telepon selulernya kepada kesra nagari  langgam Saiyo Dasril. tidak mengangkat ketika dihubungi melalui Via telepon seluler nya. untuk meminta dan memberikan komentar. Anya  adalah Sikap bungkam. menambah dugaan kecurigaan publik terhadap persoalan, “tersebut.

karna tidak ada respon di coba kepada Pj Wali Nagari Langgam Saiyo Kian P. Sama sekali tidak mengangkat telepon seluler nya. namun dicoba berulang-berulang kali untuk mengubungi namun tidak sama sekali. mengangkat telpon tersebut. yang ada Anya ucapan Walaikumsalam, melalui chat Wa.

Untuk dimintai penjelasan namun belum ada memberikan tanggapan resmi terkait dugaan pelanggaran angaran bantuan pembangunan Rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) itu dan termasuk bantuan pembangunan MCK kepada warga panco. penerima manfaat tersebut. Hinga Berita ini diturunkan, (Buyuang Roni)