BANTEN iNews77.id Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmennya mendukung Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai program strategis nasional bidang pendidikan.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Hotel Episode, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (30/7/2026)
“Penandatanganan dilakukan Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti. Dengan ini, Pasaman Barat tercatat sebagai satu dari 16 kabupaten/kota di Indonesia yang telah menuntaskan seluruh persyaratan administrasi pembangunan SNT.
Penandatanganan NPHD ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi, yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah agar fasilitas pendidikan modern dan berkualitas dapat segera dinikmati masyarakat.
“Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang bertujuan menghadirkan pusat pendidikan unggulan di berbagai daerah Indonesia,” ujar Bupati Yulianto.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Pasaman Barat telah menyediakan lahan seluas 20 hektare di Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Lahan tersebut berstatus hak milik dan telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah. Sebelumnya, lahan tersebut juga telah ditinjau langsung oleh Bupati Yulianto untuk memastikan kesiapan lokasi.
Lokasi yang diusulkan Pemkab Pasaman Barat sebelumnya telah melalui asesmen dan verifikasi lapangan oleh tim Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen dan dinyatakan layak masuk kategori lokasi prioritas pembangunan SNT tahun 2026.
Program SNT sendiri merupakan kawasan pendidikan terpadu yang akan dilengkapi fasilitas modern meliputi ruang belajar, asrama, sarana olahraga, laboratorium, perpustakaan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pada tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota dengan alokasi anggaran sekitar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar per daerah yang sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kemendikdasmen. Proses tender fisik ditargetkan dimulai pada Oktober 2026 setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis dinyatakan lengkap.
Dari 12 dokumen persyaratan yang ditetapkan kementerian, Pemkab Pasaman Barat telah memenuhi sebagian besar ketentuan. Saat ini dua dokumen masih dalam tahap penyelesaian, yakni sertifikat pemecahan lahan dan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
Bupati Yulianto menegaskan komitmen daerah untuk menyelaraskan seluruh aspek teknis dan administratif agar pembangunan berjalan sesuai jadwal.
“Ini peluang besar bagi Pasaman Barat. Kami siap menyelesaikan seluruh persyaratan yang masih diperlukan. Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas sekaligus melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan SNT tidak hanya menjadi investasi jangka panjang di bidang SDM, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Kita ingin anak-anak Pasbar mendapat akses pendidikan unggul tanpa harus keluar daerah. SNT akan menjadi pusat pendidikan modern yang tetap berakar pada budaya lokal. Selain itu, pembangunannya akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan aktivitas sektor jasa dan perdagangan di kawasan Muara Kiawai,” tegas Bupati Yulianto. (Ronipasbar Roni)


