PADANG PARIAMAN, iNews77.id Bupati Pasaman Barat, Yulianto, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Pasaman Barat, Afdal, menghadiri kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Provinsi Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026)
Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Padang Pariaman tersebut menjadi momentum dalam upaya pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.
Kunjungan kerja ini diinisiasi jajaran eselon I Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Sumatera Barat, dengan dukungan 11 kabupaten/kota terdampak bencana.
Yulianto menyampaikan agenda utama kunjungan tersebut adalah monitoring dan evaluasi (monev) terhadap progres program bantuan dari Kementerian Pertanian.
“Fokus diarahkan pada 11 daerah yang mengalami kerusakan lahan pertanian akibat bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain pemulihan lahan, kegiatan ini juga mendukung percepatan program swasembada pangan nasional. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen mempercepat pemulihan lahan guna menjaga produktivitas pertanian.
Sebagai daerah terdampak, Pasaman Barat telah memperoleh alokasi program rehabilitasi dan optimalisasi lahan (oplah) melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat.
Berdasarkan data DTPH Pasaman Barat, program yang berjalan meliputi rehabilitasi sawah rusak ringan melalui optimasi lahan seluas 172 hektare yang telah memasuki tahap kontrak. Selain itu, rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 48 hektare dan rehabilitasi tahap pertama sawah rusak berat seluas 50 hektare masih dalam tahap pengusulan.
Program lainnya adalah optimasi lahan sawah reguler dengan indeks pertanaman di bawah dua seluas 1.000 hektare yang tengah dalam penyusunan survey investigation design (SID) oleh konsultan dari Universitas Andalas.
Pemerintah juga mengusulkan pembangunan 10 unit dam parit untuk mendukung sistem pengairan yang saat ini dalam tahap penyusunan SID, serta bantuan benih padi untuk lahan terdampak seluas 262 hektare guna mempercepat pemulihan produksi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian beserta jajaran, Wakil Gubernur Sumatera Barat, kepala daerah terdampak, Kepala BSIP Sumatera Barat, kepala dinas pertanian, penyuluh, kelompok tani, serta tokoh masyarakat.
Melalui sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, diharapkan infrastruktur pertanian di Pasaman Barat segera pulih sehingga produktivitas petani kembali normal dan mendukung target swasembada pangan nasional.(Ronipasbar Roni)


