
INews77.id, Padang Panjang (Sumbar) – Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, BSBA, menyampaikan keprihatinan dan keresahannya atas sejumlah peristiwa asusila yang dinilai mencoreng dunia pendidikan di Padang Panjang dalam beberapa waktu terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Hendri Arnis saat kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang Panjang, Jumat malam (20/2/2026).
Dalam keterangannya, Hendri menegaskan bahwa pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran untuk menjaga marwah dan kehormatan dunia pendidikan di Padang Panjang. Jika kita mengetahui adanya hal yang kurang baik namun memilih untuk mendiamkannya, maka pada hakikatnya kita turut membiarkan kesalahan itu terjadi,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua peristiwa berbeda yang diduga terjadi di lingkungan SMP Negeri di Padang Panjang beberapa minggu menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M.
Peristiwa pertama melibatkan seorang oknum guru pria di salah satu SMP Negeri yang diduga melakukan persetubuhan terhadap seorang siswi. Dan berdasarkan keterangan dari sumber terpercaya, kasus tersebut kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian.
Peristiwa kedua adalah beredarnya sebuah video yang melibatkan seorang siswi kelas IX di SMP Negeri lainnya bersama seorang pria di dalam sebuah kamar. Video tersebut dikabarkan tersebar di kalangan pelajar dan memicu keresahan dari masyarakat, terutama dari kalangan wali murid.
Kedua peristiwa ini dinilai mencoreng marwah dunia pendidikan di kota yang dikenal sebagai Kota Serambi Mekkah. Masyarakat menilai kejadian tersebut menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat serta penguatan pembinaan karakter dan moral di lingkungan sekolah.
Pada kesempatan itu, Hendri Arnis juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan.
“Atas nama Pemerintah Kota Padang Panjang, atas nama Wali Kota Padang Panjang, dan atas nama pribadi, saya menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang kurang baik yang terjadi di Dinas Pendidikan saat ini,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Padang Panjang akan segera mengambil langkah tegas dan konkret guna memulihkan kepercayaan publik serta menjaga marwah dunia pendidikan di daerah tersebut.
(Charles Nasution)


