Maros,iNews77.id _ Polemik terkait transparansi anggaran dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi di Kabupaten Maros terus menjadi sorotan publik. Sejumlah aktivis mendesak panitia untuk segera memberikan penjelasan terbuka guna meredam spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Sorotan tajam salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal Zona Merah Sulsel, Rizal, yang pada 30 April 2026 menyampaikan kritik terhadap sikap panitia yang dinilai belum menunjukkan keterbukaan terkait penggunaan anggaran kegiatan tersebut.

Menurut Rizal, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pihak panitia untuk menggelar konferensi pers resmi yang memaparkan secara rinci total anggaran maupun penggunaannya. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu ketidakpercayaan publik.

“Jika tidak ada yang perlu ditutupi, seharusnya panitia bisa segera menjelaskan secara terbuka. Transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa polemik yang berkembang sebenarnya dapat diselesaikan dengan langkah sederhana, yakni membuka seluruh data anggaran secara jelas dan akuntabel. Dengan demikian, berbagai asumsi liar yang beredar dapat diluruskan berdasarkan fakta.

Lebih lanjut, Rizal menilai kegiatan berskala provinsi seperti MTQ, yang melibatkan anggaran besar, wajib mempertanggungjawabkan setiap penggunaan dana kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas.

Ia pun mendesak Ketua Panitia MTQ Kabupaten Maros untuk segera mengambil langkah terbuka melalui jumpa pers, sekaligus memaparkan sumber dana, total pengeluaran, hingga sisa anggaran jika ada.

“Ini bukan persoalan menyerang pihak tertentu, melainkan soal keterbukaan informasi. Publik berhak mengetahui bagaimana anggaran dikelola,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia MTQ tingkat Provinsi di Kabupaten Maros belum memberikan pernyataan resmi terkait isu transparansi anggaran yang tengah menjadi perhatian tersebut.