
Padang Panjang (Sumbar), iNews77.id – Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Panjang menggelar Talk Show Sosialisasi Anti Korupsi bertema “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat”. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025, pukul 08.30 WIB, di Aula Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang.
Acara dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Padang Panjang Adhi Setyo Prabowo, S.H., M.H., para Kepala Seksi, jajaran jaksa, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang Nasrul, S.H., pengawas sekolah, Kepala SD dan SMP, para guru, tenaga pendidik, serta para pelajar dari berbagai jenjang.
Talk show dibuka secara resmi oleh Kajari Adhi Setyo Prabowo melalui pantun motivatif yang mengajak peserta menanamkan nilai kejujuran dan integritas sejak dini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan HAKORDIA bukanlah sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum moral untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa tentang bahaya dan dampak korupsi.
“Korupsi adalah musuh kesejahteraan. Setiap rupiah yang dikorupsi adalah hak masyarakat. Hak anak-anak untuk pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih cerah,” tegasnya.
Kajari juga menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa mengandalkan penindakan semata. Upaya pencegahan melalui pendidikan nilai, pembentukan karakter, dan penanaman budaya anti korupsi sejak usia dini merupakan langkah strategis yang harus dimulai dari sekolah dan keluarga.
“Integritas bukan diwariskan, tetapi dibiasakan. Kebiasaan kecil yang tidak jujur bisa menjadi akar lahirnya korupsi besar,” ujarnya.

Ia turut mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang yang telah mengambil peran penting dalam upaya sosialisasi anti korupsi. Dunia pendidikan, menurutnya, adalah benteng utama dalam membentuk generasi jujur, disiplin, dan berani menolak berbagai bentuk praktik koruptif.
Dalam sesi pesan khusus kepada para pelajar, Kajari Adhi Setyo Prabowo mengingatkan bahwa korupsi kerap dimulai dari perilaku sederhana yang dianggap sepele, seperti mencontek, memanipulasi data, atau menghindari tanggung jawab.
“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang pintar, tetapi bangsa yang berkarakter. Jika kalian tumbuh dengan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, maka di tangan kalianlah Padang Panjang—bahkan Indonesia—akan menjadi bangsa yang makmur dan berkeadilan,” pesannya.
Ia berharap talk show ini menjadi ruang dialog yang mencerdaskan, menumbuhkan kesadaran kolektif, sekaligus membangun keberanian moral untuk berkata tidak pada korupsi. Kajari juga mengajak agar kegiatan semacam ini tidak berhenti menjadi seremoni tahunan, tetapi berubah menjadi gerakan bersama yang hidup di sekolah, tempat kerja, dan masyarakat luas.
Di akhir kegiatan, Kajari menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, serta mendoakan agar semua senantiasa diberi kekuatan dalam menjaga amanah dan membangun negeri dengan integritas.
“Ilmu dicari setulus hati,
Akhlak mulia jadi pegangan. Jika korupsi kita hentikan bersama sejak dini, Kemakmuran rakyat bukan sekadar harapan,” ujar Kajari Adhi Setyo Prabowo melalui pantun penutupnya.
(Charles Nasution)


