PASAMAN BARAT SUMBAR iNews77.id
Kelompok Tani (Poktan) Bundo Kanduang Nagari Sasak menggelar rapat anggota tahunan periode buku 2024/2026 di Kantor Unit Perkebunan Plasma Sasak Kecamatan Ranah Pasise Pasaman Barat pada Minggu /15/2/2026)

Rapat Anggota ini menjadi momentum krusial dalam menyampaikan progres Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta pemantapan program Non-PSR bagi seluruh anggota.

Ketua Poktan Bundo Kanduang, Eli Hardi, dalam sambutannya menekankan pentingnya transparansi dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan kebun. Ia melaporkan bahwa sejauh ini pelaksanaan penanaman, baik melalui skema bantuan pemerintah maupun swadaya, telah terlaksana dengan baik.

“Rapat anggota tahunan ini kita laksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban sebelum RAT KUD digelar. Fokus kita adalah memastikan program PSR, yang merupakan bantuan replanting dari pemerintah melalui BPDPKS, dan program Non-PSR yang

bersifat mandiri dapat berjalan beriringan. Saat ini, program Non-PSR yang kita kelola di luar pembiayaan dinas perkebunan sudah mencapai 70 persen,” ujar Eli Hardi di hadapan pengurus dan anggota.

Terkait sisa target Non-PSR, Eli menjelaskan bahwa pengurus dan anggota telah menyepakati mekanisme penyewaan lahan sebagai solusi pembiayaan mandiri. Langkah ini diambil untuk mendukung visi jangka panjang kelompok mengingat luasan kebun yang terus bertambah setiap tahunnya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KUD Rantau Pasaman Sasak, Gusman Syahril, memberikan apresiasi atas koordinasi yang intensif antara kelompok tani dan koperasi. Menurutnya, detail pelaksanaan program kerja harus dipahami secara mendalam oleh seluruh anggota agar manfaat dari peremajaan sawit ini terasa secara nyata.

“Sesuai aturan, rapat ini harus membedah secara rinci apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan kita kerjakan. Keberhasilan Poktan Bundo Kanduang dalam mengelola PSR maupun Non-PSR secara mandiri tentu akan memberikan dampak positif bagi kemajuan KUD Rantau Pasaman secara umum,” tegas Gusman.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus KUD, Badan Pengawas, Notaris, serta tokoh masyarakat setempat. Seluruh hasil keputusan dalam rapat ini disepakati nantinya menjadi tanggung jawab bersama demi keberlanjutan ekonomi petani sawit di Nagari Sasak.(Ronipasbar Roni)