KalTim, iNews77.id – Penampilan istri Gubernur Kalimantan Timur, Syarifah Suraidah, menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang menampilkan dirinya menghadiri kegiatan di Samarinda viral di media sosial. Senin, 09/03/2026.

Dalam video tersebut, Syarifah Suraidah terlihat mengenakan busana mencolok yang dipadukan dengan topi lebar serta sejumlah aksesoris. Penampilannya kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet.

Sebagian pengguna media sosial memberikan pujian terhadap gaya berpakaiannya yang dinilai elegan dan mencerminkan rasa percaya diri.

Namun, tidak sedikit pula yang melontarkan kritik serta mengaitkan penampilan tersebut dengan polemik penggunaan mobil dinas gubernur yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik di Kalimantan Timur.

Menanggapi berbagai reaksi tersebut, seorang warga bernama Akbar Polo mengimbau masyarakat agar menyikapi persoalan tersebut secara lebih bijak.

Menurut Akbar, gaya berpakaian Syarifah Suraidah bukanlah hal baru. Ia menilai penampilan tersebut telah lama menjadi ciri khas pribadi Syarifah, bahkan sebelum menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kalimantan Timur.

“Istri Gubernur Kalimantan Timur memang sejak dulu sering menggunakan busana mencolok lengkap dengan topi lebar dan aksesoris. Itu sudah menjadi gaya pribadinya bahkan sebelum menjabat sebagai Ibu PKK,” ujarnya kepada media (9/3).

Akbar juga menyampaikan bahwa latar belakang Syarifah Suraidah sebagai pengusaha membuat penggunaan barang bernilai tinggi tidak serta-merta menjadi persoalan, selama tidak menggunakan fasilitas atau anggaran negara. “Ia dikenal memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan sebelumnya juga merupakan bagian dari keluarga pengusaha di Kalimantan Timur.

Jadi saya kira wajar jika menggunakan barang-barang mewah selama itu berasal dari dana pribadi,” katanya. Ia menambahkan bahwa masyarakat perlu membedakan antara penggunaan fasilitas negara dengan pilihan gaya hidup pribadi seorang figur publik.

Menurutnya, ruang diskusi di media sosial sebaiknya diisi dengan kritik yang konstruktif serta disampaikan secara proporsional. Selain itu, Akbar juga mengajak warganet untuk menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang publik, terlebih dalam suasana bulan Ramadan yang identik dengan nilai-nilai pengendalian diri.

“Netizen sebaiknya melihat persoalan ini dengan lebih bijaksana. Jika pakaian atau aksesoris yang digunakan berasal dari dana pribadi, maka itu adalah bagian dari pilihan pribadi. Mari kita menyikapi hal ini dengan lebih arif, apalagi dalam suasana bulan puasa,” tutupnya. (Tim)