
Padang Panjang (Sumbar), iNews77.id – Kementerian Imigrasi dan Lembaga Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia menggelar kegiatan Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Tahun 2026, yang melibatkan seluruh lembaga pemasyarakatan dan kantor imigrasi di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini, yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat ketahanan pangan nasional, bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif yang dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Acara yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon ini diikuti oleh seluruh jajaran Kemenimipas di Indonesia dan diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang, Torkis Fredy Siregar, S.H., M.Hum., dalam siaran persnya menyatakan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada swasembada pangan, tetapi juga memberikan pelatihan keterampilan yang bermanfaat bagi narapidana sebagai bagian dari proses reintegrasi mereka ke masyarakat.
“Melalui program Ketahanan Pangan Serentak ini, kami tidak hanya berkontribusi pada swasembada pangan negara, tetapi juga memberi kesempatan kepada narapidana untuk mempelajari keterampilan yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Torkis Fredy Siregar.
Dalam kegiatan ini, salah satu pencapaian signifikan terlihat di Rutan Padang Panjang yang berhasil memanen 80 kilogram ikan lele. Program ini juga berhasil mengubah lahan kosong di sekitar kantor menjadi kebun produktif yang dapat menghasilkan dua kali panen per tahun.
Selain dihadiri oleh seluruh jajaran Rutan Padang Panjang, kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian Padang Panjang, Yetty Syofiarni, SE, MM, serta UPT BLBI Almi Fauzan, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Torkis Fredy Siregar menegaskan bahwa Rutan Padang Panjang siap mendukung penuh program Kemenimipas dalam rangka percepatan ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari petunjuk pelaksanaan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-15, tertanggal 13 Januari 2026, tentang Panen Raya Serentak yang disampaikan kepada seluruh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Indonesia.
Kepala Rutan Padang Panjang ini juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program ini. “Program Ketahanan Pangan Serentak bukan hanya tentang produksi pangan, tetapi juga mengenai pemulihan dan pemberdayaan narapidana,” kata Torkis Fredy Siregar.
Menurutnya, melalui kerja keras di lahan pertanian, narapidana belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan nilai kerja yang akan berguna saat mereka kembali ke masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental narapidana. Aktivitas di luar ruangan dan hasil kerja yang nyata membuat mereka merasa lebih berharga dan memiliki tujuan hidup yang jelas.
“Kami akan terus mendorong pengembangan program ini dengan memperkenalkan teknologi pertanian dan peternakan yang lebih canggih serta memperluas akses pelatihan bagi seluruh warga binaan yang berminat,” lanjut Torkis.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Padang Panjang, Yetty Syofiarni, memberikan apresiasi terhadap upaya ketahanan pangan yang dilaksanakan di Rutan Padang Panjang.
“Ketahanan pangan tidak hanya bermanfaat untuk stabilitas sosial, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang dapat membantu warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Ketahanan pangan yang diterapkan di Rutan Padang Panjang juga mendorong praktik konsumsi pangan sehat dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Pertanian akan terus mendukung program ketahanan pangan ini, bekerja sama dengan Rutan Padang Panjang dalam meningkatkan hasil pertanian yang dilaksanakan di sana.
Pemerintah Kota Padang Panjang berkomitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Rutan dalam upaya memperbaiki kualitas hidup warga binaan melalui program ketahanan pangan yang berkelanjutan. (CN)


