PASAMAN BARAT [SUMBAR] iNews77.id Langkah Darurat diambil oleh masyarakat di daerah Pasanggiang, Jorong Perhimpunan, Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Sumatera Barat Pada Minggu (28/6/2026),
warga mencegat dan melarang kendaraan berat jenis truk tronton yang mengangkut ekskavator melintasi ruas Jalan Lintas Talu-Panti. Truk bertonase besar tersebut akhirnya dihalau kembali ke arah Simpang Empat.
Aksi swadaya ini dipicu oleh kondisi infrastruktur jalan di kawasan Pasanggiang yang kian kritis. Sebagian besar badan jalan pada titik tersebut sudah runtuh ke dalam jurang akibat longsor, sehingga saat ini akses transportasi hanya bergantung pada sisa separuh badan jalan.
Masyarakat di lokasi menilai tonase kendaraan yang melebihi kapasitas serta getaran kuat dari truk tronton dapat memicu longsor susulan. Jika sisa landasan aspal tersebut ikut runtuh, jalur penghubung antar-kabupaten tersebut dipastikan akan putus total.
”Kondisi tanah di bawah aspal yang tersisa ini sudah labil. Tadi ada truk tronton membawa ekskavator yang mencoba melintas, namun demi keselamatan bersama, warga meminta sopir untuk memutar balik kendaraannya kembali ke arah Simpang Empat,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Hingga Minggu siang, sejumlah warga masih terlihat bersiaga di lokasi longsor Jorong Perhimpunan. Mereka mengaturnya dengan sistem buka-tutup agar kendaraan roda dua dan roda empat berukuran kecil dapat melintas secara bergantian, sekaligus memastikan tidak ada kendaraan berat lain yang menerobos.
Ruas jalan lintas Talu-Panti via Talamau ini merupakan urat nadi perekonomian penting untuk distribusi hasil pertanian dan mobilitas harian masyarakat. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama instansi terkait segera melakukan penanganan darurat atau perbaikan permanen sebelum sisa badan jalan di Pasanggiang runtuh sepenuhnya.** (Buyuang Roni)


