PASAMAN BARAT SUMBAR iNews77.id
Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, masih dalam proses pemulihan pasca bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November 2025.

Bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan, rumah warga, dan lahan pertanian. Berdasarkan data terkini, terdapat 928 Kepala Keluarga (KK) terdampak secara sosial ekonomi, 8 KK mengalami kerusakan rumah akibat terkena longsoran langsung, serta 62 KK kehilangan lahan pertanian yang produktif. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memperpanjang status tanggap darurat hingga 29 Desember 2025 untuk memastikan pembersihan material longsor, distribusi logistik, dan pemantauan titik rawan terus berjalan.

Wali Nagari Talu Mahyu Danil menyampaikan, hari ini, Rabu (24/12/2025) bantuan kemanusiaan masih dilakukan untuk korban dan warga terdampak. Penyaluran bantuan diantarkan langsung ke rumah warga dan beberapa warga melalui Jorong mengambil bantuan di Posko Bencana, Kantor Wali Nagari Talu.

“Alhamdulillah, bantuan ini sudah dapat disalurkan dengan baik kepada warga yang membutuhkan. Ini menjadi bentuk kepedulian bersama dalam proses pemulihan pascabencana,” ujar Mahyu Danil saat memimpin proses distribusi di Nagari Talu.

Selain bantuan pangan, pemulihan pascabencana di Nagari Talu juga didukung 50 personel TNI Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (termasuk unsur dari Provinsi Jambi) yang ditempatkan sejak 9 Desember 2025. Personel TNI membantu distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan ke warga terdampak.

“Terima kasih banyak kepada TNI Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol yang telah mengirimkan 50 personel sejak 9 Desember 2025 sampai hari ini, Rabu (24/12/2025). Bantuan distribusi logistik dan pemulihan akses sangat berarti bagi warga Nagari Talu,” ucap Mahyu Danil dalam apresiasinya terhadap dukungan TNI.

Sementara itu, akses jalan provinsi lintas Simpang Empat–Talu, sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda empat sejak awal Desember 2025 setelah longsor besar yang memutus akses total pada 25 November 2025. Tim gabungan (Dinas PUPR Provinsi Sumbar, BPBD Pasaman Barat, TNI-Polri, dan masyarakat) berhasil membersihkan material longsor menggunakan ekskavator dan alat berat lainnya. Saat ini jalur terlihat relatif bersih dari tumpukan tanah besar, meskipun permukaan jalan masih berlumpur, berbatu, tidak rata, dan banyak genangan air kecil.

Upaya pemulihan di Nagari Talu menunjukkan kolaborasi solid antara pemerintah daerah, TNI Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, dan masyarakat. Dengan penyaluran bantuan yang tepat sasaran serta dukungan logistik berkelanjutan, proses pemulihan diharapkan berjalan lancar hingga akhir masa tanggap darurat 29 Desember 2025. Masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi longsor susulan.(Ronipasbar Roni)