MAROS, iNews77.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin Angkatan 115 melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan hasil tambak dan pelatihan pengolahan ikan bandeng cabut duri di Desa Tunikamaseang, Kabupaten Maros, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan program kerja individu yang dilaksanakan oleh Muhammad Dinar Maulana, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin.
Kegiatan berlangsung di rumah Kepala Dusun Kassijala dan diikuti oleh 18 peserta yang terdiri atas mahasiswa KKN-T, kader PKK, serta kader Posyandu Desa Tunikamaseang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan kader Posyandu, dalam memanfaatkan potensi hasil tambak yang ada di desa.
Selama ini, hasil tambak seperti ikan bandeng, udang, dan rumput laut atau sango-sango umumnya hanya dijual langsung ke pasar atau pengepul tanpa melalui proses pengolahan lanjutan.
Padahal, pengolahan hasil tambak memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha rumahan bagi masyarakat.
Selain itu, produk olahan perikanan juga dapat menjadi sumber pangan bergizi bagi keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T memberikan sosialisasi mengenai berbagai potensi pengembangan olahan perikanan di Kabupaten Maros, mulai dari ikan bandeng yang dapat diolah menjadi amplang hingga rumput laut yang dapat diolah menjadi sirup.
Dinar juga menekankan pentingnya peran ibu-ibu PKK dan kader Posyandu dalam mengedukasi masyarakat mengenai pangan sehat berbasis perikanan melalui gerakan gemar makan ikan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan praktik pengolahan bandeng cabut duri, mulai dari proses penyisikan, penfilletan, pembersihan, hingga pencabutan duri. Proses pencabutan duri dilakukan secara teliti agar produk aman dan nyaman dikonsumsi oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak.
Muhammad Dinar Maulana menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. “Peserta aktif berdiskusi saat pemaparan materi dan terlibat langsung dalam praktik pencabutan duri ikan bandeng,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Tunikamaseang dapat lebih optimal dalam memanfaatkan potensi hasil tambak serta terdorong untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan secara mandiri dan berkelanjutan.


