
INews77.id, Jakarta — Senator Republik Indonesia, Buya H. Jelita Donal, Lc., mengusulkan penambahan tenaga musim (temus) haji dari kalangan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan keislaman di Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah. Usulan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komite III DPD RI tersebut kepada wartawan pada Kamis (29/1/2026). Jelita Donal menyampaikan bahwa usulan tersebut disampaikannya saat mengikuti rapat bersama Kementerian Haji dan Umrah yang digelar di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta pada selasa yang lalu.
Dalam rapat tersebut, Jelita Donal menegaskan pentingnya melibatkan mahasiswa Indonesia yang berada di Timur Tengah karena dinilai memiliki kompetensi bahasa Arab yang baik serta pemahaman mendalam terhadap kondisi sosial dan budaya Arab Saudi.
Menurut Jelita Donal, kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam mendampingi dan mengarahkan jamaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah memiliki keunggulan dalam komunikasi, fiqih ibadah, dan pemahaman situasi lapangan. Hal ini sangat membantu jamaah ketika menghadapi berbagai kendala, baik teknis maupun nonteknis,” ujar Jelita Donal.
Ia menambahkan, pelayanan haji merupakan tanggung jawab besar negara untuk memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. Kompleksitas penyelenggaraan haji di Arab Saudi, kata dia, menuntut koordinasi yang kuat, cepat, dan responsif antar berbagai pihak terkait.
Selain itu, Jelita Donal juga menekankan pentingnya sinergi antara tenaga musim haji di Arab Saudi dengan kantor-kantor daerah di Tanah Air.
Menurutnya, kantor daerah memiliki peran strategis dalam pendataan jamaah, pembinaan manasik, serta pengurusan administrasi sebelum dan setelah keberangkatan.
Jelita Donal menilai, komunikasi yang intensif antara mahasiswa Indonesia di Arab Saudi dan kantor daerah akan mempercepat alur informasi, meminimalkan kesalahpahaman, serta memastikan setiap persoalan jamaah dapat ditangani secara tepat dan terintegrasi.
“Koordinasi dari hulu ke hilir menjadi kunci keberhasilan pelayanan haji. Dengan sinergi yang baik, negara dapat hadir secara nyata dalam melayani jamaah,” pungkasnya.
(Charles Nasution)


