KUANSING – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kenegerian Kari, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Aljuanda Kurniansyah, anak dari pasangan Devi Armis dan Karnadi yang berasal dari Desa Koto Kari Kenegerian Kari, Kecamatan Kuantan Tengah berhasil mengharumkan nama Kuansing dan Provinsi Riau di ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Nasional XXVIII tahun 2025 yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ajang yang berlangsung pada 9–19 Oktober 2025 ini diikuti oleh para peserta terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia. Dari empat utusan Kabupaten Kuansing yang memperkuat kafilah Riau, dua di antaranya berhasil mencetak prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Aljuanda Kurniansyah sukses meraih Juara I Nasional Cabang Tahfiz Al-Qur’an 5 Juz, sementara Nasya Sahira Fitri berhasil meraih juara harapan III cabang tilawah anak-anak.

Anak pertama dari dua bersaudara itu pun menjadi sorotan dan kebanggaan masyarakat Kuansing dan Riau.

Bahkan Gubernur Riau Abdul Wahid memberikan bonus hingga Rp 200 juta kepada Aljuanda.

Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain bersama Kakan Kemenag Kuansing Suhelmon dan pejabat teras lainnya pun menyambut langsung kepulangan Aljuanda dan Nasya di Masjid Agung Ar Raudhah pada Senin (20/10/2025) sore kemarin.

“Tentu kita merasa bangga dan memberikan apresiasi tinggi atas prestasi anak-anak kita. Ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda Kuansing mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang seni baca dan hafalan Al-Qur’an,” ujar Zulkarnain, Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan dan sinergi kuat antara Pemkab, Kementerian Agama, serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

Zulkarnain juga menyampaikan pesan dari Bupati Kuansing agar prestasi ini dijadikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan memuliakan Al-Qur’an.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan qori dan qoriah. Ini bagian dari misi besar mencetak generasi Qurani yang tak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak mulia,” ujarnya.

Mahasiswa semester V yang menimba ilmu di UPTIQ Jakarta itu sehari-hari merupakan imam di salah satu masjid kondang di Jakarta.

Pemuda 19 tahun itu pun berharap doa seluruh masyarakat Kuansing, Riau dan Indonesia karena saat ini ia tengah mempersiapkan diri untuk ikut serta dalam ajang Internasional, antara Iran atau Maroko.