TELUK KUANTAN –inews77.id-Pacu Jalur Tradisional Kuansing 2025 berlangsung meriah dengan kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tradisi ini simbol persatuan, kebanggaan budaya, dan semangat masyarakat Kuansing.
Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menorehkan sejarah budaya dengan digelarnya Pacu Jalur Tradisional 2025. Acara yang dikenal sebagai salah satu warisan budaya terbesar di Riau ini dibuka dengan meriah dan mendapat kehormatan hadirnya Wakil Presiden RI, Mas Gibran Rakabuming Raka, yang turut menyaksikan langsung kegembiraan masyarakat dan para peserta lomba.
Bupati Kuansing, Dr. Suhardiman Amby, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tinggi atas dukungan seluruh pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, panitia, hingga masyarakat yang terlibat. Menurutnya, pacu jalur bukan sekadar kompetisi olahraga air, melainkan simbol persatuan, kekompakan, dan identitas budaya masyarakat Kuansing.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi daerah kita tercinta,” ujar Bupati Suhardiman Amby.
Pacu Jalur 2025 menampilkan puluhan peserta dari berbagai desa di Kuansing, memperebutkan gelar juara dengan kecepatan, strategi, dan kerja sama tim yang solid. Selain itu, acara ini juga menjadi momentum penting untuk melestarikan tradisi, memperkenalkan budaya Kuansing kepada wisatawan lokal maupun mancanegara, serta memperkuat ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Rangkaian acara Pacu Jalur 2025 tidak hanya menghadirkan lomba jalur, tetapi juga pameran budaya, kuliner lokal, dan seni tradisional, menciptakan suasana festival yang meriah di sepanjang Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Kehadiran Wakil Presiden RI semakin menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya lokal dan pengembangan pariwisata Riau.
Masyarakat Kuansing dan pengunjung diimbau untuk tetap menjaga protokol keselamatan, memanfaatkan jalur alternatif bagi kendaraan, dan merayakan Pacu Jalur 2025 dengan semangat sportivitas serta kebersamaan.
Dengan keberlangsungan tradisi ini, Kuansing terus menunjukkan eksistensi sebagai daerah yang kaya budaya, harmonis, dan ramah wisatawan, menjadikan Pacu Jalur bukan sekadar lomba, tapi ikon identitas dan kebanggaan masyarakat Riau tutupnya(Shinn)


