PADANG iNews77.id Fadhila Rahmadiani Fasya, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) angkatan 2022 yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pidana (Himapidana), kembali menorehkan prestasi gemilang.
Sosok kelahiran Kota Sungai Penuh 23 tahun silam yang juga merupakan alumni SMAN 1 Pasaman ini berhasil terpilih sebagai salah satu dari 12 finalis dalam ajang bergengsi Integrity Scholarship V (Batch 5) Tahun 2025/2026.
Reputasi Fadhila memang tak diragukan. Sebelum menembus final beasiswa besutan Prof. Denny Indrayana ini, ia telah mencatatkan rekam jejak impresif mulai dari tingkat nasional hingga internasional.
Kiprah Internasional dan Beasiswa Bergengsi
Wawasan Fadhila tak terbatas di dalam negeri. Ia tercatat pernah terpilih menjadi Delegasi Changemaker Indonesia, sebuah pencapaian yang menandai kapasitasnya dalam kepemimpinan pemuda di tingkat regional.
Kualitas soft skill dan kepemimpinannya semakin diakui setelah ia dikukuhkan sebagai Penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) Angkatan 2024/2025, salah satu program beasiswa paling prestisius di Indonesia yang menyeleksi mahasiswa dengan karakter kepemimpinan unggul.
Saat ini, Fadhila yang menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pidana (Himapidana) FH Unand, tengah bersiap menghadapi tahapan akhir seleksi Integrity Scholarship berupa debat hukum dan wawancara pada Senin, 2 Februari 2026 di Jakarta.
Juara Debat dan Mahasiswa Berprestasi
Di arena kompetisi hukum, taring Fadhila sangat tajam. Pada Oktober 2024, ia bersama tim debat Unand sukses meraih Juara 1 Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu IV Bawaslu RI di Jakarta, menumbangkan tim Universitas Indonesia (UI) di babak final.
Di lingkungan internal kampus, mahasiswa angkatan 2022 ini juga dinobatkan sebagai Juara 2 Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Unand Tingkat Sarjana Tahun 2025.
Penulis Kritis dan Aktivis Konstitusi
Ketajaman berpikir Fadhila juga dituangkan dalam tulisan. Di bawah naungan Kementerian Politik dan Hukum BEM NM FHUA, ia pernah memublikasikan kajian opini kritis bertajuk “Catcalling, Manifestasi Patriarki dalam Masyarakat?”. Ia juga aktif menulis isu ketatanegaraan, salah satunya opini “Menakar Implikasi Amicus Curiae dalam Putusan Sengketa Pilpres 2024”.
Tak hanya di atas kertas, Fadhila turut bergerak dalam advokasi nyata. Ia tercatat sebagai bagian dari 11 mahasiswa Unand yang mengajukan uji materi (judicial review) terhadap UU ITE ke Mahkamah Konstitusi pada periode 2024-2025.
Keikutsertaannya dalam final Integrity Scholarship pekan depan menjadi kelanjutan dari konsistensi Fadhila dalam menekuni dunia hukum, membawa harapan besar bagi almamater dan daerah.(Ronipasbar Roni)


