​PASAMAN BARAT SUMBAR iNews77.id Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pasaman Barat kembali menunjukkan komitmen seriusnya dalam membangun kualitas demokrasi di tingkat lokal. Partai berlambang Ka’bah ini menggelar kegiatan pendidikan politik yang menyasar segmen strategis, yakni generasi muda, pada Kamis (4/11/2025).

​Bertempat di Kantor DPC PPP Pasaman Barat, Kampung Cubadak, Lingkuang Aua Timur, Kecamatan Pasaman, kegiatan ini mengusung tema filosofis “Merawat Persatuan Dengan Pembangunan Jalan Pulang Menuju Ka’bah”. Tema ini sengaja dipilih untuk memberikan pesan kuat bahwa politik bukan sekadar arena perebutan kekuasaan, melainkan jalan pengabdian yang harus berlandaskan nilai-nilai agama dan etika.

​Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi di aula kantor DPC PPP. Forum ini menjadi istimewa karena dihadiri oleh perwakilan intelektual muda dari dua perguruan tinggi ternama di Pasaman Barat, yakni Institut Teknologi dan Sains (ITS) Khatulistiwa dan Institut Agama Islam (IAI) Yaptip Chadijah Ismail Pasaman Barat. Selain mahasiswa, hadir pula pelajar dari SMK Negeri 1 Pasaman, SMA Negeri 2 Pasaman, serta tokoh pemuda dari masyarakat sekitar.

​Musliarni, tokoh perempuan sekaligus kader senior PPP yang tampil sebagai pemateri utama, menyambut positif kehadiran para mahasiswa tersebut. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kolaborasi antara pelajar sekolah menengah dan mahasiswa perguruan tinggi sangat vital untuk menciptakan iklim demokrasi yang kritis namun konstruktif.

​”Kehadiran rekan-rekan mahasiswa dari ITS Khatulistiwa dan IAI Yaptip Chadijah Ismail hari ini membuktikan bahwa kampus tidak menjadi menara gading. Mahasiswa peduli pada arah bangsa. Generasi muda tidak boleh apatis; kalian harus menjadi garda terdepan dalam memastikan demokrasi berjalan berkualitas,” tegas Musliarni.

​Diskusi berjalan dinamis saat membahas tantangan era digital. Musliarni menyoroti derasnya arus informasi yang dihadapi pemuda saat ini. Ia mengingatkan bahwa tanpa literasi politik yang memadai, anak muda—termasuk kalangan mahasiswa—sangat rentan terpapar disinformasi dan narasi pemecah belah yang kerap beredar di media sosial.

​Panitia penyelenggara, Hendrizon menjelaskan bahwa pendidikan politik ini didesain sebagai wadah edukasi moral. Melalui tema “Jalan Pulang Menuju Ka’bah”, PPP ingin menanamkan doktrin positif bahwa aktivitas politik

harus bermuara pada kemaslahatan umat. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat menjadi katalisator untuk menyebarkan pemahaman politik yang santun kepada masyarakat luas.

​”Kami ingin generasi muda memiliki ‘imunisasi’ pemikiran. Dengan bekal pengetahuan politik yang mumpuni, mereka tidak akan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan (hoaks) atau narasi kebencian. Mahasiswa harus menjadi penyaring informasi bagi lingkungannya,” ujar Hendrizon selaku ketua penyelenggara kegiatan.

​Salah satu peserta dari IAI Yaptip Chadijah Ismail Pasaman Barat, Gilang mengapresiasi inisiatif PPP ini. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka wawasan baru bahwa politik

praktis dan nilai akademis bisa berjalan beriringan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa dan pelajar sekolah menengah pun menciptakan dialektika yang menarik lintas jenjang pendidikan.

​DPC PPP Pasaman Barat menegaskan bahwa pelibatan institusi pendidikan tinggi seperti ITS Khatulistiwa dan IAI Yaptip dalam kegiatan partai bukanlah bentuk politisasi kampus, melainkan upaya pencerdasan kehidupan bangsa. Partai berkomitmen untuk menggelar acara serupa secara berkala sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak kader bangsa yang berintegritas.

​Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran politik kaum muda di Pasaman Barat. Dengan bersatunya elemen mahasiswa, pelajar, dan partai politik dalam satu forum edukasi, diharapkan stabilitas daerah dan persatuan nasional dapat terus terjaga kokoh di tengah dinamika zaman (Ronipasbar Roni)