PASAMAN BARAT SUMBAR iNews77.id Masa depan pendidikan di Nagari Sasak Ranah Pasisie mendapat dukungan besar dari masyarakat lokal. Dalam rapat anggota yang digelar di Kantor Unit Perkebunan Plasma Sasak, Minggu (15/2/2026), anggota Kelompok Tani (Poktan) Bundo Kanduang secara aklamasi menyetujui penyerahan lahan aset kelompok seluas 2 hektare untuk relokasi pembangunan SMK Negeri 1 Sasak Ranah Pasisie.

Langkah strategis ini diambil sebagai solusi jangka panjang atas kondisi gedung sekolah saat ini yang sudah tidak layak akibat sering terdampak bencana banjir hidrometeorologi.

Berdasarkan hasil assessment pascabencana oleh Direktur SMK Kemendikdasmen, Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si., M.Ak., pada Januari lalu, diputuskan bahwa gedung SMKN 1 Sasak harus segera direlokasi ke tempat yang lebih aman demi keberlanjutan proses belajar mengajar.

Kepala SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Dr. Desman, S.Pd., M.A., menegaskan bahwa dukungan lahan ini menjadi kunci utama pengerjaan relokasi atau pembangunan gedung baru.

“Relokasi ini adalah solusi konkret demi menjamin pendidikan yang berkelanjutan bagi anak-anak kita di Sasak Ranah Pasisie. Gedung sekolah saat ini sudah tidak dimungkinkan lagi untuk kegiatan belajar mengajar, karena menjadi langganan banjir, sehingga pembangunan gedung yang lebih aman menjadi keharusan jangka panjang. Ketersediaan lahan bagi kami penting untuk segera merealisasikan anggaran dari pemerintah pusat demi membangun gedung yang representatif,” ungkap Dr. Desman.

Perwakilan anggota sekaligus Tokoh Masyarakat, Elpianadri, menyatakan bahwa hibah lahan ini adalah bentuk nyata kepedulian petani terhadap masa depan generasi muda.

“Kami selaku anggota kelompok tani sekaligus bagian dari masyarakat Sasak, menyatakan dukungan penuh penyerahan lahan aset kelompok untuk lokasi baru SMKN 1 Sasak. Ini adalah bentuk pengabdian kita untuk masa depan anak cucu. Kita tidak ingin pendidikan mereka terus terganggu karena banjir, dan lahan ini kami berikan demi kelancaran pembangunan gedung sekolah yang lebih layak,” tegas Elpianadri.

Pemerintah melalui Kemendikdasmen telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk pembangunan gedung baru tersebut dengan syarat utama ketersediaan lahan minimal 2 hektar. Pihak sekolah sendiri telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi untuk diajukan kepada tim teknis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Dirjen SMK.

Ketua KUD Rantau Pasaman, Gusman Syahril, memastikan pihak koperasi siap mengawal proses legalitas hibah lahan tersebut.

“Pihak KUD menyambut baik dan siap memfasilitasi keputusan anggota dalam penyerahan lahan ini. Sinergi antara sektor pertanian dan pendidikan sangat penting bagi kemajuan Nagari Sasak. Kami akan segera menindaklanjuti kesepakatan ini sesuai prosedur yang berlaku, baik secara administrasi legalitas maupun melalui koordinasi dengan Ninik Mamak,” ujar Gusman Syahril.

Menutup penyampaiannya, Dr. Desman kembali menyampaikan rasa syukurnya atas sinergi yang terjalin.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari seluruh pihak. Rencananya, gedung sekolah yang ada sekarang nantinya tetap akan kami manfaatkan khusus untuk kegiatan praktik siswa serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler lainnya,” tambahnya.

Penyerahan lahan ini tidak hanya diharapkan menjadi solusi masalah banjir bagi siswa, tetapi juga diproyeksikan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah relokasi nantinya.

Sinergi antara anggota Poktan Bundo Kanduang, pengurus KUD, dan pihak sekolah menjadi bukti kuatnya gotong royong masyarakat Sasak demi kualitas pendidikan yang lebih baik.(Ronipasbar Roni)