Maros, iNews77.id – Sebuah aksi heroik yang menginspirasi datang dari salah satu personel Polsek Lau Resor Maros. Anggota Bidang Masyarakat (Binmas) Aiptu Muhlis telah secara sukarela mewakafkan diri serta tanah dan tempat tinggal pribadinya untuk membangun pondok pengajian yang diberi nama Al-Muhlis, sebagai bentuk kontribusinya terhadap kemajuan pendidikan agama dan kesejahteraan masyarakat. Minggu,15/2/2026.

Sebagai salah satu pimpinan pondok tersebut, Aiptu Muhlis menyampaikan kepada awak media bahwa ide pembangunan pondok pengajian ini telah lama menghuni pikirannya, bahkan sejak beberapa tahun yang lalu ketika ia mulai bertugas di wilayah Polsek Lau. Namun, baru saat ini semua persiapan dan dukungan yang diperlukan terkumpul, sehingga impian tersebut dapat terlaksana berkat berkah serta doa dari orang tua dan keluarga.

“Perjalanan merintis pondok ini memang tidak mudah dan membutuhkan waktu bertahun-tahun. Saya mulai dengan mengumpulkan dana sedikit demi sedikit dari gaji saya sebagai anggota polisi, serta dukungan dari rekan kerja dan masyarakat yang mengetahui niat saya. Alhamdulillah kini pondok telah berdiri dengan kokoh, lengkap dengan ruang belajar, kamar santri, mushola, dan area untuk kegiatan bersama,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Menurut Muhlis, pendirian pondok ini berasal dari niat tulusnya untuk memberikan akses pendidikan agama yang baik bagi anak-anak dan pemuda di wilayah Lau dan sekitarnya. Tempat pengajian ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat setempat, melainkan juga menerima santri yang ingin menuntut ilmu dari luar Kabupaten Maros, bahkan dari provinsi lain yang memiliki minat untuk belajar agama serta ilmu pengetahuan umum.

“Saat ini kami telah memiliki sekitar 30 santri yang belajar di pondok Al-Muhlis. Kami tidak hanya mengajarkan ilmu agama seperti Al-Qur’an, tafsir, dan fikih, namun juga mata pelajaran umum seperti matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris agar santri dapat memiliki bekal yang komprehensif untuk menghadapi masa depan,” tambahnya.

Warga sekitar juga memberikan apresiasi tinggi terhadap tindakan heroik yang dilakukan oleh Aiptu Muhlis. Menurutnya, tindakan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana anggota kepolisian dapat berkontribusi secara positif terhadap pembangunan masyarakat, tidak hanya melalui tugas keamanan dan ketertiban, namun juga dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan.

“Kami sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Bapak Muhlis. Ini adalah bentuk nyata dari penerapan nilai-nilai Bhayangkara yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Kami akan terus mendukung kegiatan pondok Al-Muhlis dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi anggota kepolisian lainnya untuk berkontribusi lebih banyak bagi masyarakat,” ujar warga sekitar.

Salah satu warga masyarakat Lau, Rizal , menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Aiptu Muhlis. Menurutnya, pondok Al-Muhlis telah memberikan manfaat besar bagi anak-anak di daerah tersebut, yang kini memiliki tempat untuk belajar agama dengan baik tanpa harus pergi jauh dari rumah.

“Sebelum ada pondok ini, banyak anak-anak yang kesulitan mendapatkan pendidikan agama yang terstruktur. Kini dengan adanya pondok Al-Muhlis, mereka bisa belajar dengan tenang dan dibimbing oleh para pengajar yang kompeten. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Muhlis yang telah rela mengorbankan waktu dan tempat pribadinya untuk kemajuan anak-anak kita,” ujarnya.

Aiptu Muhlis menuturkan bahwa ia berharap pondok Al-Muhlis dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas di masa depan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan pondok ini agar menjadi pusat pendidikan agama yang berkualitas dan bermanfaat bagi banyak orang.