
INews77.id, Padang Pariaman (Sumbar) – Ahad, 14 Desember 2025, pukul 13.30 WIB, menjadi momentum edukasi kebangsaan bagi Warga Muhammadiyah Padang Pariaman dan masyarakat sekitar Masjid Taqwa Muhammadiyah Pakandangan. Kegiatan ini dihadiri dua orang wali nagari, tokoh masyarakat Padang Pariaman, serta jajaran pengurus Muhammadiyah Padang Pariaman.
Dalam pemaparannya, Senator Republik Indonesia, Jelita Donal, Lc., menegaskan bahwa nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat Padang Pariaman sejatinya telah mencerminkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Namun demikian, Jelita Donal mengingatkan masyarakat agar tidak terlena, khususnya generasi muda, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemajuan teknologi telah menghapus sekat antarnegara sehingga propaganda asing dapat dengan mudah menyusup dan memengaruhi cara berpikir suatu bangsa.
“Jika sebuah negara lemah dalam memahami bangsanya sendiri, maka negara itu akan mudah diseret oleh penyesatan propaganda. Negara lain bahkan bisa menghancurkannya tanpa perang, cukup dengan memanfaatkan kebodohan dan ketidaksadaran warga negaranya,” tegas Jelita Donal.
Ia mencontohkan berbagai konflik dan perang saudara yang terjadi di sejumlah negara dunia. Konflik berkepanjangan tersebut, kata dia, bukan hanya menghancurkan persatuan bangsa, tetapi juga kerap menjadi ladang bisnis bagi pihak ketiga yang mengambil keuntungan dari kekacauan internal suatu negara.
Lebih lanjut, Senator asal Sumatera Barat ini menekankan bahwa pemahaman Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi program utama para anggota dewan.
“Tujuannya agar rakyat Indonesia memahami tata cara bernegara, memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, serta mampu mengontrol dan mengawasi kinerja seluruh pejabat negara,” ujarnya.
Dalam sesi tanya jawab, salah seorang warga mengangkat keresahan terkait maraknya informasi menyesatkan di media sosial. Ia mempertanyakan bagaimana cara memfilter berita yang benar dan sesuai fakta, terlebih di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kerap dimanfaatkan untuk menyesatkan pengguna media sosial.
Pertanyaan tersebut menegaskan pentingnya literasi digital sebagai bagian dari edukasi kebangsaan, agar masyarakat tidak hanya memiliki semangat nasionalisme, tetapi juga kecerdasan dalam menyikapi arus informasi yang semakin kompleks.
(Charles Nasution)



Alhamdulillah, Semangat Buya Jell Fathullah