PASAMAN BARAT SUMBAR iNews77.id
Longsor dan banjir bandang yang melanda Kecamatan Talamau sejak akhir November 2025 telah memutus akses jalan menuju Nagari Sinuruik. Kondisi ini membuat ribuan warga terisolasi, namun distribusi bantuan tetap berjalan melalui jalur udara dan darat dengan dukungan aparat gabungan serta relawan.

Sebanyak 935 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana kini bergantung pada penyaluran logistik yang dilakukan melalui Posko Bencana di Kantor Wali Nagari Sinuruik. Bantuan berupa beras, minyak goreng, dan makanan siap saji disalurkan langsung ke rumah warga maupun melalui perangkat jorong dan relawan setempat.

Selain itu, bantuan juga diterbangkan menggunakan helikopter dari Lanud Sutan Sjahrir menuju Lapangan Puncak Galanggang, Jorong Benteng. Meski hujan deras membatasi penerbangan, dua kali misi udara berhasil membawa lebih dari 2,5 ton logistik berupa beras, air mineral, minyak goreng, sarden, dan makanan siap saji lainnya.

Wali Nagari Sinuruik, Frianton, menyampaikan rasa syukur atas kepedulian berbagai pihak yang telah membantu masyarakatnya. “Alhamdulillah, bantuan logistik melalui helikopter dari Lanud Padang ini sangat membantu warga yang akses daratnya terputus. Atas nama seluruh masyarakat Nagari Sinuruik, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli. Kami pastikan distribusi merata ke setiap jorong, tidak ada satu pun keluarga yang terlewat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa relawan dan perangkat nagari bekerja siang malam, menembus hujan dan jalan licin, demi mengantarkan bantuan ke rumah-rumah warga. “Ini adalah bukti nyata bahwa solidaritas lebih kuat daripada segala keterbatasan. Saya pribadi merasa terharu melihat semangat masyarakat yang tetap saling membantu. Ada warga yang rela berjalan kaki menjemput bantuan, ada relawan yang menggendong logistik menuruni bukit, semua dilakukan dengan ikhlas. Inilah wajah gotong royong yang sesungguhnya,” kata Frianton.

Di tengah cuaca ekstrem dan ancaman longsor susulan, Frianton terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, sembari pemerintah berupaya membuka akses permanen agar mobilitas kembali normal.

“Bantuan ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga soal harapan. Harapan bahwa kita tidak sendirian, harapan bahwa kita bisa melewati masa sulit ini bersama-sama. Dengan kebersamaan dan kepedulian lintas pihak, Nagari Sinuruik akan bangkit kembali,” tambahnya.

Solidaritas lintas pihak—pemerintah, TNI, relawan, dan masyarakat—menjadi penopang utama dalam pemulihan pascabencana. Kehadiran helikopter di langit Talamau dan kerja keras relawan di lapangan menjadi simbol bahwa masyarakat Sinuruik tidak pernah ditinggalkan.(Ronipasbar Roni)